Sabtu, 29 Desember 2012
Mimpi Buruk..!!
Mimpi buruk selalu tiba sebelum aku tertidur:
usai menutup pintu dan memadamkan lampu,
kau datang menyalakan seluruh masa lampau.
/2/
Di antara semua yang kujaga dalam ingatan
dan semua yang kaupelihara dalam kenangan
ingin sekali kubangun sebuah persimpangan
tempat di mana sekali lagi kita akan berpapasan
sejenak saling bertukar pandang atau senyuman
kemudian memutuskan untuk memilih beda jalan.
/3/
Baiklah, sekarang kita bersepakat saja
ingatan akan terkubur dalam tidur kita
dan seluruh yang tumbuh di atasnya
tak bernama dan bukan miliki siapa-siapa.
Selasa, 18 Desember 2012
Untuk Ibu
Matahari musti terbit.
Matahari musti terbenam.
Melewati hari-hari yang fana
ada kanker payudara, ada encok,
dan ada uban.
Ada gubernur sarapan bangkai buruh pabrik,
Bupati mengunyah aspal,
Anak-anak sekolah dijadikan bonsai.
Jangan takut, Ibu!
Kita harus bertahan.
Karena ketakutan
meningkatkan penindasan.
Manusia musti lahir.
Manusia musti mati.
Di antara kelahiran dan kematian
bom atom dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki,
serdadu-serdadu Jepang memanggal kepala patriot-patriot Asia,
Ku Klux Klan membakar gereja orang Negro,
Terotis Amerika meledakkan bom di Oklahoma
Memanggang orangtua, ibu-ibu dan bayi-bayi,
di Miami turis Eropa dirampok dan dibunuh,
serdadu Inggris membantai para pemuda di Irlandia,
orang Irlandia meledakkan bom di London yang tidak aman.
Jangan takut, Ibu!
Jangan mau gigertak.
Jangan mau diancam.
Karena ketakutan
meningkatkan penjajahan.
Sungai waktu
menghanyutkan keluh-kesah mimpi yang meranggas.
Keringat bumi yang menyangga peradaban insane
Menjadi uranium dan mercury.
Tetapi jangan takut, ibu!
Bulan bagai alis mata terbit di ulu hati.
Rasi Bima Sakti berzikir di dahi.
Aku cium tanganmu, Ibu!
Rahim dan susumu adalah persemaian harapan.
Kekuatan ajaib insan
Dari zaman ke zaman.
Selasa, 18 September 2012
minor mirror.
Ia menyeret diri dalam lumpur,mengutuk dan melihat langit gugur: jendral pemberontak segala zaman, kuasa mutlak terbayang angan.!
Tepi langit ditinggalkan merah pedang patah disisi berdarah, tapi mimpi selalu menghadang akan sampai diujung menang.
Sekeliling hanya
reruntuhan . Jauh manusia serta harapan. Dan dihati tersimpan dalam; Sekalipun dapat balas dendam.
Langganan:
Postingan (Atom)